bintang

Selasa, 31 Juli 2012

Umar ra. Mengajak Istrinya Untuk Menolong Orang yang Akan Melahirkan

Ketika Amirul mukminin Umar ra. menjabat khalifah, pada malam hari ia sering keliling dari rumah ke rumah untuk menjaga kota. Suatu saat ketika sedang meronda, Ia melihat di tanah lapang sebuah kemah dari kulit yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ketika didekati ia menjumpai seorang laki-laki sedang duduk di depan kemah dan dari dalam kemah dan dari dalam kemah terdengar suara seseorang sedang merintih. Setelah memberi salam, Umar ra. Duduk di dekat laki-laki itu sambil bertanya, “Siapakah kalian?” Laki-laki itu menjawab, “Kami adalah rombongan musafir yang tinggal di hutan”. Lalu Umar ra. Berkata, “jika engkau memerlukan, saya bersedia membantumu.” Umar ra. Melanjutkan, “Mengapa terdengar suara rintihan dari dalam?” Laki-laki itu menjawab, “Silakan pergi, urusilah pekrjaanmu sendiri!” Setengah memaksa, Umar ra. Tetap bertanya, “Tampaknya seperti suara orang kesakitan?” Laki-laki itu terpaksa menjawab bahwa istrinya hamper melahirkan dan sedang dalam keadaan kesakitan. Umar ra. Bertanya, “ Adakah wanita lain yng membantunya?” Jawab laki-laki itu “Tidak ada”.

Kemudian Umar ra. Segera kembali kerumahnya dan berkata kepada istrinya, Ummi Kulstumr.h.a., “Ada pekerjaan berpahala besar untukmu.” Istrinya bertanya, “Pekerjaan apa itu?” Kata Umar ra.,”Istri seorang penduduk dusun sedang kesakitan karena hampir melahirkan, tanpa ada yang membantunya.” Istrinya segera menjawab, “Ya, demi suatu kebaikan saya selalu siap.” Bagaimana tidak bersedia, sedangkan ia adalah anak Fatimah r.ha. (cucu Rasulullah saw). Lalu Umar ra. Meenyuruhnya agar segera mempersiapkan keperluan melahirkan seperti minyak, ketel disamping itu mentega, gandum, dan sebuah panci lalu pergilah mereka.

Setibanya di tempat itu, Ummu Kalstum r.ha. segera masuk ke dalam kemah, sedangkan Umar ra. Segera menyalakan tungku dan memasukkan biji-biji gandum ke dalam panci. Setelah persalinan selesai, dari dalam Ummu Kalstum r.ha. berteriak, “Wahai Amirul-Mukminin, saudaramu telah dikaruniai kegembiraan dengan kelahiran anak laki-laki.” Ketika perkataan Amirul-Mukninin terdengar oleh laki-laki pemilik kemah itu. Ia langsung gemetar. Umar ra. Berkata ”Tidak perlu khawatir.” Lalu panci masakan tadi di bawa masuk ke dalam kemah. Ummu Kalstum memberi makan pada ibu yang baru melahirkan tadi, kemudian oanci itu di keluarkan. Umar ra. Berkata pada lelaki itu, ”Ambillah. Engkau juga mesti makan, karena malam ini engkau akan berjaga sepanjang malam. Sebelum pulang Umar berpesan, ”Temuilah saya besok, ada sesuatu yang akan saya berikan untukmu.” (Asyhar)


Faedah :

Adakah seorang Raja, pemimpin ata orang kaya zaman sekarang ini yang peduli tentang keperluan orang miskin, apalagi bersedia mengajak istrinya keluar rumah malam hari memasuki hutan atau perkampungan demi membaanti orang-orang miskin, dan dengan tangan sendiri mau memasakkan makanan untuk mereka. Harapan kita semoga dengan berkah kisah tersebut dapat mendorong kita untuk mengamalkannya. Mudah-mudahan, jika kita menjumpai peristiwa seperti keadaan di atas kita siap melakukkannya.

3 komentar:

  1. Subhanallah... benar2 inspiratif! Layak kita renungkan dan kita teladani

    BalasHapus
  2. Disaat mlm orng2 tertidur diatas springbed yg empuk dan nyaman. tetapi beliau msh saja blm bs pulas krn memikirkan rakyatnya....rindu pemimpin seperti beliau

    BalasHapus